

Perpisahan memang menyakitkan. Di sisi lain perpisahan selalu ada di tengah-tengah kehidupan kita, apa lagi untuk kehidupan pejabat dinas luar negeri, dimana seakan-akan perpisahan dan perkenalan menjadi bagian utama dari kehidupan itu.
Setelah selama setahun delapan bulan Ibu Sranya B. Natalegawa bersama kami, akhirnya kami mengucapkan juga kata-kata perpisahan itu. Waktu yang singkat, terlebih-lebih kebersamaan dengan Ibu yang baik hati dan murah senyum ini membuat waktu itu semakin lebih pendek terasanya. Kesan kami terhadap beliau sangat mendalam. Begitu banyak kesan tertinggal, demikianlah paling tidak yang terungkap dari ibu-ibu pengurus saat minum teh bersama pada sore hari tanggal 7 September 2007 yang lalu, sehari sebelum keberangkatan beliau. Satu kesan yang pasti dari kami semua adalah kerendahan hati dan perhatian beliau yang begitu besar. Senyum manis dan tulus yang terpancar dari dalam hati menimbulkan ketenangan dan kedamaian bagi kami semua. (more…)
