Febris atau demam bukanlah hal baru bagi kita. Meski demikian ketika suhu tubuh anak meningkat kita menjadi cemas hingga bergegas mendatangi dokter atau IGD rumah sakit agar cepat pulih. Apakah demam itu suatu penyakit, berbahayakah, bagaimana menanganinya?
Suhu tubuh manusia diatur oleh sistem termostat di dalam otak yaitu hipotalamus yang membantu suhu tubuh konstan antara 36,5 oC dan 37,5 oC. Demam terjadi bila peningkatan suhu tubuh di atas 37,5 oC dengan pengukuran suhu dalam mulut. Kemunculan zat pencetus panas pirogenlah yang menyebabkan hipotalamus menyetel termostat lebih tinggi dari normal sebagai bentuk pertahanan tubuh sehingga timbul badan panas.
Perlu diketahui bahwa demam hanyalah suatu keluhan dan bukan suatu diagnosis. Meskipun infeksi adalah penyebab umum dari demam, akan tetapi demam mempunyai daftar penyebab lain yang cukup panjang, termasuk racun, kanker, dan penyakit-penyakit autoimun.
Heatstroke atau hipertermia tidak sama dengan demam, karena peningkatan suhu tubuh yang terjadi bukan disebabkan hipotalamus menaikkan set pointnya. Ini dapat terjadi akibat berolahraga terlalu lelah tanpa minum yang cukup atau terpapar dengan lingkungan yang panas, dan bisa juga disebabkan oleh beberapa obat-obatan tertentu. Hipertermia dapat membahayakan jiwa.
Demam bisa menjadi teman dan lawan. Zat pirogen yang dilepaskan selama demam memperlambat penggandaan virus dan bakteri, meningkatkan produksi antibodi terhadap kuman dan meningkatkan jumlah sel darah putih untuk melawan infeksi. Tetapi demam juga mengganggu anak, anak menjadi rewel dan peka ketika penyakit mereka mencapai puncak. Selain itu kenaikan suhu dengan cepat dapat menyebabkan febrile convulsion atau kejang demam atau serangan demam secara mendadak. Prinsip dalam menangani demam
Cari tahu penyebab panasnya.
Jangan panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
Amati perilaku anak. Bila pada suhu tidak terlalu tinggi anak masih riang, aktif dan mau bermain, maka kita tidak perlu panik.
Jangan memberikan obat penurun panas bila demam tidak tinggi.
Mengetahui kapan harus cemas dan menghubungi dokter.
Kapan harus menghubungi dokter?
Bayi berusia kurang dari 90 hari dengan suhu rektal lebih dari 37,9 °C. Pada bayi usia muda ini mereka akan mudah menjadi sakit parah dalam waktu sangat cepat.
Bayi berusia 3 – 6 bulan dengan demam lebih dari 38,3°C.
Bayi berusia 6 – 12 bulan dengan demam lebih dari 39,4°C.
Anak berusia kurang dari 2 tahun dengan demam lebih dari 24 – 48 jam.
Demam yang berlangsung lebih dari 48 – 72 jam pada anak yang lebih tua dan pada orang dewasa.
Demam tinggi (lebih dari 40,5°C) pada usia berapapun juga.
Terdapat gejala-gejala lain yang mengkhawatirkan. Contoh: gelisah, kesadaran menurun, tampak sakit berat, kesulitan bernafas, kaku kuduk, tidak dapat menggerakan lengan atau tungkai, kejang pertama kali, timbul bintik-bintik atau bercak ungu kemerahan-merahan (perdarahan bawah kulit), demam disertai muntah terus-menerus, diare, sulit/nyeri pada saat menelan ludah atau minum, sangat rewel (misalnya menangis terus-menerus bila disentuh atau dipindahkan), terdapat tanda-tanda dehidrasi (mulut sangat kering, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam, dll).
Mempunyai penyakit kronik yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh.
Cara mengatasi demam:
Peningkatan panas tubuh terjadi karena kapasitas produksi panas lebih besar dari pengeluaran panas. Tubuh merespon dengan menggunakan suber daya yang tersedia untuk membuang kelebihan panas yang diproduksi. Pembuluh darah membesar, panas segera dialirkan melalui kulit, denyut jantung lebih cepat agar lebih banyak darah yang dapat dipompa kekulit, napas lebih cepat untuk melepaskan udara hangat dan berkeringat untuk mendinginkan tubuh. Bantu proses ini dengan langkah-langkah sbb:
Istirahat agar daya tahan tubuh maksimal untuk melawan infeksi atau penyakitnya, selain itu peningkatan aktivitas akan meningkatkan panas tubuh yangg lebih tinggi lagi.
Banyak minum. Panas menyebabkan cairan tubuh banyak keluar, baik dar keringat maupun air seni. Jangan mengkonsumsi minuman berkafein seperti teh atau kopi karena justru akan memperbanyak cairan keluar, sehinggadapat terjadi dehidrasi.
Kenakan pakaian yang tipis dan sederhana. Membungkus badan dengan baju hangat atau dengan selimut tebal justru tidak dibenarkan. Penguapan panas tubuh terhambat sehingga suhu akan tambah naik. Anak-anak dapat menjadi kejang (stuip). Bila terasa dingin gunakan selimut tipis. Ciptakan ruangan yang tidak pengap atau panas dengan sirkulasi udara yang lancar.
Tindakan paling baik ialah menyeka seluruh tubuh penderita dengan kain basah hangat kuku terus-menerus selama 5 sampai 7 menit. Dengan menguapnya air dari kulit, tubuh akan ikut didinginkan sehingga biasanya dalam jangka waktu itu suhu tubuh sudah turun. Tidak baik memakai alkohol untuk tujuan ini karena alkohol akan diserap melalui kulit. Melakukan kompres hanya di kepala juga tidak efektif karena kontak permukaan terlalu kecil.
Bila upaya awal untuk menurunkan demam tidak berhasil, maka dapat diberi obat penurun panas. Obat pilihan utamanya ialah parasetamol setiap 6 atau 4 jam.sesuai petunjuk dokter.
Demam yang sudah diderita lebih dari 2 sampai 3 hari perlu dikonsultasikan ke dokter karena perlu ditentukan penyebabnya.
Jika seseorang terkena panas karena kelelahan atau heat stroke, keluarkan orang tersebut dari sumber panas, seka dengan dengan air hangat kuku. Tempatkan kantong es di ketiak, dibelakang leher dan di lipat paha. Berikan cairan jika orang itu sadar. Cari pertolongan medis.
Penanganan kejang demam:
Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat dan tubuhnya mengalami kenaikan suhu yang tinggi. Selama anak mengalami kejang demam, ia dapat kehilangan kesadaran disertai gerakan lengan dan kaki yang menyeluruh, atau justru disertai dengan kekakuan tubuhnya, biasanya berlangsung beberapa detik dan tidak lebih dari 5 menit. Bila anak kejang:
Jangan batasi gerakan tubuhnya atau memegangi anak utk melawan kejangnya, longgarkan pakaiannya agar oksigen mudah masuk,karena bila kejang berarti pasokan oksigen di otak berkurang. Baringkan di tempat yang datar dengan posisi menyamping, bukan terlentang, untuk menghindari bahaya tersedak.
Jangan meletakkan benda apapun dalam mulut anak seperti sendok atau penggaris, karena justru benda tersebut dapat menyumbat jalan napas.
Sebagian besar kejang berlangsung singkat, tapi jika kejang terus berlanjut selama 5 hingga10 menit, anak harus segera dibawa ke RS. tapi ada juga yang menyatakan bahwa penanganan lebih baik dilakukan secepat mungkin tanpa menyatakan batasan menit.
Setelah kejang berakhir anak perlu dibawa menemui dokter untuk meneliti sumber demam, terutama jika ada kekakuan leher, muntah-muntah yang berat, atau anak terus tampak lemas. apalagi bila baru pertama kali kejang.
Ada obat yang dapat mengurangi kejangnya, seperti diazepam atau valium yang berguna untuk merelaksasi otot. Tapi harus diberikan ketika terjadi kejang, tidak berguna apabila diberikan sebelum atau sesudah kejang.
Bila anak sudah pernah kejang, jangan sampai anak itu mengalami panas tinggi, usahakan cepat turunkan panasnya agar tidak sampai menjadi kejang.
(adj)
Sumber : http://purnamawati.wordpress.com/2008/02/01/jika-
http://suryo-wibowo.blogspot.com/2006/05/demam
