Resepsi diplomatik dan perayaan HUT TNI ke 64 tahun ini diselenggarakan secara bersamaan di Wisma kediaman Bapak Duta Besar Yuri Thamrin. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar lebih dari 200 tamu dari kalangan diplomatik, para atase militer serta para pejabat dari Kementerian Luar Negeri dan departemen pemerintah lainnya.
Bapak Duta Besar Yuri Thamrin mengawali acara Resepsi diplomatik dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas ungkapan solidaritas, simpati dan bantuan dari masyarakat dan Pemerintah Inggris yang telah mengirimkan tim pencari dan penyelamat segera setelah terjadi bencana gempa bumi di Sumatra Barat. Dalam pidatonya Bapak Duta Besar Yuri Thamrin menyatakan bahwa Resepsi diplomatik kali ini diselenggarakan dalam situasi yang ‘mixed context’ mengingat masih dalam suasana duka berkaitan dengan terjadinya bencana alam di Sumatra Barat tersebut.
Namun Bapak Duta Besar Yuri Thamrin juga dalam pidatonya mengajak hadirin untuk tidak hanya mendengar Indonesia dari berita mengenai bencana alam yang terjadi di Indonesia tetapi juga berbagai cerita sukses Indonesia khususnya kemajuan kehidupan berdemokrasi di Indonesia, stabilitas ekonomi Indonesia ditengah krisis ekonomi dunia, pemberantasan terorisme dan reformasi TNI. Dalam pidatonya bapak Duta Besar Yuri Thamrin mengakhiri dengan toast bersama Marshal korps Diplomatik, Charles Gray, untuk kesejahteraan Bangsa Indonesia dan Inggris.
Para tamu undangan selain menikmati lezatnya makanan khas Indonesia yang di padukan dengan makanan khas Eropa. Para tamu undangan juga sangat terkesan dengan penampilan Tari Pendet dari Bali sebagai tarian penyambutan untuk para tamu. Tarian yang dibawakan oleh Ni Made Pudjawati bersama seorang gadis warga Inggris, Andrea, mampu memukau para tamu yang hadir selama penampilan tarian yang berdurasi selama 9 menit tersebut.
Resepsi Diplomatik dan perayaan HUT TNI ke 64 kali ini juga merupakan kesempatan bagi Atase Pertahanan KBRI London, Kolonel Agung Risdhianto, selain untuk bersilaturahmi juga untuk berpamitan dikarenakan beliau akan segera mengakhiri tugasnya di London. Kolonel Agung Risdhianto akan segera ditarik ke Jakarta untuk mendapatkan penugasan baru.
Oleh : Ny. Ine Sudradjat
